MURID
.co
christian
online
Murid.co

Pelipatgandaan Rohani (Berbuah dalam Kristus)

Dari Murid.co

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

Menularkan "Berbuah dalam Kristus"

Pengajaran

Pelipatgandaan Rohani

  • Apa: Pelipatgandaan Rohani
    Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu, lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat. (MARKUS 4:20 )

  • Mengapa: Kemuliaan Tuhan
    Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. (YOHANES 15:8 )

  • Bagaimana: Tekad Ezra
    Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel. (EZRA 7:10 )


Tekad Ezra

  • MEMAHAMI lebih dalam
    Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN ...
    Pelajarilah kembali modul ”Berbuah dalam Kristus” secara lebih mendalam. Mulailah dengan mempelajari satu topik yang sedang menjadi pergumulan Saudara saat ini. Gunakan daftar bacaan ”Untuk belajar lebih lanjut ...” pada bagian akhir buku ini untuk mendapatkan saran bacaan. Ikutilah Training for Trainer KAMBIUM yang akan memperlengkapi Saudara untuk melayani orang lain dengan modul-modul KAMBIUM.

  • MELAKUKAN lebih teratur
    Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya ...
    Teruslah memperjuangkan komitmen untuk menerapkan modul-modul KAMBIUM. Mintalah pertolongan Roh Kudus dan saudara-saudara seiman yang lain. Pergunakanlahlah ”Jurnal Pertumbuhan Rohani” untuk menolong penerapan Saudara.
    Terlibatlah dalam suatu pelayanan yang akan menolong Saudara untuk menerapkan, menguji, dan mengembangkan profil pelayanan yang Saudara sudah kenali.

  • MENULARKAN lebih banyak
    Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan ...
    Pergunakanlah sebanyak mungkin kesempatan untuk membagikan kembali pelajaran-pelajaran yang telah Saudara terima dan terapkan. Saudara dapat melakukannya secara pribadi-ke-pribadi, kelompok kecil, ataupun kelas. Ketika Saudara mengambil kesempatan mengajarkan, Saudara akan lebih termotivasi untuk memahami lebih dalam, menerapkan lebih konsisten sebelum dan sesudah mengajarkannya.


Perenungan

Tinjaulah pokok-pokok pelajaran dan ayat hafalan “Berbuah dalam Kristus”.
Tinjauan dapat dilakukan berdua-dua atau bergantian di dalam kelompok.

Tinjauan sangat penting untuk dilakukan karena akan menolong Saudara:

  • mengingat inti kebenaran-kebenaran Alkitabiah yang sudah diterima
  • mempersiapkan diri untuk menularkan kebenaran-kebenaran Alkitabiah kepada orang lain
  • memeriksa bagian-bagian yang belum dipahami dengan jelas, sebelum mempelajari kebenaran-kebenaran Alkitab yang lebih lanjut

Selamat! Saudara baru saja menyelesaikan rangkaian pelajaran “Berbuah dalam Kristus”. Pada akhir pelajaran ini, Saudara diminta untuk memantapkan komitmen untuk terus mempelajari, melakukan, dan membagikan kebenaran- kebenarannya. Silakan Saudara membaca dan menandatangani komitmen Berbuah dalam Kristus yang ada pada halaman selanjutnya.

Penerapan


Bagikanlah kebenaran-kebenaran dalam “Berbuah dalam Kristus” yang telah Saudara terima kepada orang lain. Selain benih kebenaran tersebut akan berlipatganda di dalam diri orang lain, Saudara sendiri akan mengalami pertumbuhan yang jauh lebih pesat dalam pemahaman dan penerapan kebenaran-kebenaran tersebut, dibandingkan dengan jika Saudara hanya menyimpannya bagi diri sendiri. Carilah kesempatan untuk mengajarkannya kepada orang sampai orang tersebut belajar menerapkannya dalam hidup mereka. Saudara dapat mulai mendoakan untuk mendapatkan seorang ‘Timotius’ yang kepadanya Saudara akan membagikan seluruh pelajaran ini, sedemikian hingga dia dapat mengajarkannya pada orang yang lain lagi. Pergunakanlah ”Jurnal Projek Timotius” sebagai catatan.

Ayat hafalan:

Pelipatgandaan.jpg


Jurnal Projek Timotius "Berbuah dalam Kristus"

Sasaran Kualitas
Sasaran PENGAJARAN
  • Kriteria PENAMPAKAN
Memahami dan meyakini prinsip Firman Tuhan mengenai pekerja pelayanan yang meliputi seluruh umat. Memandang dirinya sebagai pelayan Tuhan dan menunjukkan kehausan untuk diperlengkapi agar dapat menjadi pelayan yang Tuhan yang baik.
Memahami dan meyakini prinsip Firman Tuhan mengenai lingkup pekerjaan pelayanan yang meliputi seluruh dunia. Memandang seluruh dunia sebagai lingkup pelayanan dan menunjukkan keinginan untuk menemukan tempat dan panggilannya secara khusus dalam bagian-bagian dari seluruh dunia.
Memahami dan meyakini prinsip Firman Tuhan mengenai bidang pekerjaan pelayanan yang meliputi seluruh Injil. Memandang seluruh Injil sebagai bidang pelayanan dan menunjukkan minat untuk menemukan tempat dan panggilannya secara khusus dalam bidang-bidang dari seluruh Injil.
Sasaran KEROHANIAN
  • Kriteria PENAMPAKAN
Mempersembahkan diri sebagai persembahan yang hidup bagi kemuliaan Tuhan. Menguji semua pilihan kegiatan masa kini dan rencana masa depan, berdasarkan pada apakah pilihan tersebut membawa kemuliaan pada Tuhan atau sekadar mencari kenyamanan. Menggumulkan panggilan hidup untuk dapat memberi diri bagi kemuliaan Tuhan.
Sasaran KARAKTER
  • Kriteria PENAMPAKAN
Memiliki kerinduan dan komitmen untuk menjadikan pelayanan sebagai gaya hidupnya. Menunjukkan perubahan sikap, mengidentifikasi hambatan pribadi, dan mengambil tindak lanjut yang nyata untuk menjadikan pelayanan sebagai gaya hidup, bukan sekadar aktivitas atau projek.
Sasaran PELAYANAN
  • Kriteria PENAMPAKAN
Memahami dan meyakini sasaran dan strategi serta prinsip dan fokus dari pola pelayanan Amanat Agung. Menilai kehidupan dan pelayanan yang selama ini dijalankan berdasarkan pola pelayanan Amanat Agung. Menunjukkan kesungguhan dan mengambil tindakan nyata dalam memperbaiki dan melengkapi pelayanan selama ini, serta mempersiapkan diri bagi pelayanan yang akan dilakukan di masa mendatang.
Mempelajari lebih dalam, melakukan lebih konsisten, dan menularkan “Berbuah dalam Kristus”. Melakukan tinjauan pelajaran dengan baik dan menunjukkan keinginan atau perencanaan untuk mempelajari, melakukan, dan menularkan “Berbuah dalam Kristus”.


Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
2 TIMOTIUS 2:2
Pelajaran Kepada siapa
membagikannya?
Kapan
membagikannya?
Pekerja Pelayanan:
Seluruh Umat
Lingkup Pelayanan:
Seluruh Dunia
Bidang Pelayanan:
Seluruh Injil
Profil Pelayanan:
Keterbebanan
Profil Pelayanan:
Kemampuan
Profil Pelayanan:
Kepribadian
Pelayanan sebagai
Gaya Hidup
Pola Pel Amanat Agung:
Sasaran dan Strategi
Pola Pel Amanat Agung:
Prinsip dan Fokus
Menularkan
“Berbuah dalam Kristus”



Komitmen "Berbuah dalam Kristus"


Saya akan berusaha dengan sungguh hati untuk . . .

  • Membangun pengaruh pada seluruh umat agar mereka terlibat membawa seluruh Injil kepada seluruh dunia.
  • Mempertajam dan menghidupi profil pelayanan pribadi yang meliputi keterbebanan, kemampuan, dan kepribadian.
  • Mencari dan menggunakan kesempatan untuk melakukan penginjilan, pemuridan, dan pengutusan di mana pun Tuhan mengutus dan menempatkan.


Dengan pertolongan Tuhan,


_____________________________
Tanggal


_____________________________
Tanda Tangan


_____________________________
Mengetahui

Langkah Selanjutnya "Training for Trainers KAMBIUM"

Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
2 TIMOTIUS 2:2


Training for Trainers (TFT)
KAMBIUM

TFT Berakar dalam Kristus
TFT Bertumbuh dalam Kristus
TFT Berbuah dalam Kristus


retreat intensif tiga hari yang akan memperlengkapi Saudara untuk menjadi pengajar, pemimpin kelompok, maupun penyelenggara pola pelayanan Amanat Agung


Saran Bacaan untuk Belajar Lebih Lanjut

Berbuah dalam Kristus

Perspektif Pelayanan

Bob Sjogren, Unveiled at Last: Discover God’s Hidden Message from Genesis to Revelation (Seattle,             WA: YWAM Publishing, 1992)

Dean Wiembracht, The World Beyond Your Walls (Manila, Philippines: Philippine Crusades, 1992).             Terjemahan Indonesia: Menjawab Tantangan Amanat Agung: Pedoman untuk Memobilisasi             Gereja Anda dalam Pekerjaan Misi (Yogyakarta: Yayasan Andi, 1997).

Doug Sherman & William Hendricks, Your Work Matters to God (Colorado Springs, CO: NavPress,             1987). Terjemahan Indonesia: Pekerjaan Anda Penting bagi Allah (Bandung: Kalam Hidup).

John Piper, Let the Nations be Glad! (Grand Rapids, MI: Baker Books, 1993). Terjemahan Indonesia:             Jadikan Sekalian Bangsa Bersukacita!Supremasi Allah dalam Misi (Bandung: Lembaga             Literatur Baptis).

John Stott, Issues Facing Christianity Today (Hants, UK: Marshall Morgan & Scott). Terjemahan             Indonesia: Isu-isu Global Menantang Kepemimpinan Kristen: Penilaian atas Masalah             Sosial dan Moral Kontemporer (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF).

Lausanne Occasional Paper 21, Evangelism and Social Responsibility: An Evangelical Commitment             (Grand Rapids, Michigan: Lausanne Committee for World Evangelization & World             Evangelical Fellowship, 1982).

Loren Cunningham & Janice Rogers, “Winning It All” dalam Winning God’s Way (Seattle, WA: YWAM             Publishing, 1988). Terjemahan Indonesia: Menang dengan Cara Allah (Yogyakarta:             Yayasan Andi).

Patrick Johnstone, Jason Mandryk & Robyn Johnstone, Operation World, 21st Century Edition             (Cumbria, UK: Paternoster Lifestyle, 2001).

Paul Borthwick, A Mind for Missions (Colorado Springs, CO: NavPress, 1987). Terjemahan             Indonesia: Pemberitaan Injil: Tugas Siapa? (Bandung: Kalam Hidup). Persekutuan Jaringan             Riset Nasional, Indonesia: Profil Suku-suku yang Terabaikan (Jakarta: PJRN, 2003).

Ralph D. Winter, Steven Hawthorne (Editors), Perspectives on the World Christian Movement: A             Reader (Pasadena, CA: William Carey Library, 1981).

Rick Warren, “Tujuan #5: Anda Diciptakan untuk Sebuah Misi” dalam The Purpose Driven Life             (Grand Rapids, MI: Zondervan, 2002). Terjemahan Indonesia: The Purpose Driven Life
            (Malang: Gandum Mas, 2004).

Profil Pelayanan

Andy Stanley, Visioneering (Sisters, OR: Multnomah, 1999). Terjemahan Indonesia: Visioneering:             Bagaimana Mengubah Visi Anda Menjadi Kenyataan (Yogyakarta: Yayasan Andi, 2002).

Bruce Bugbee, What You Do Best in the Body of Christ (Grand Rapids, MI: Zondervan, 1995).

C. Peter Wagner, Your Spiritual Gifts Can Help Your Church Grow (Rosemead, CA: Gospel             Literature International, 1987). Terjemahan Indonesia: Manfaat Karunia Roh untuk             Pertumbuhan Gereja (Malang: Gandum Mas).

Erik Rees, S.H.A.P.E.: Finding and Fulfilling Your Unique Purpose for Life (Grand Rapids, MI:             Zondervan, 2006).

George Barna, The Power of Vision: How You Can Capture and Apply God’s Vision for Your Ministry             (Ventura, CA: Regal Books, 1992). Terjemahan Indonesia: Kekuatan Sebuah Visi             (Jakarta: Metanoia).

Laurie Beth Jones, The Path: Creating Your Mission Statement for Work and for Life (New York:             Hyperion, 1996). Terjemahan Indonesia: The Path: Menciptakan Rumusan Misi untuk             Hidup dan Karya Anda (Yogyakarta: Kanisius, 2003).

Rick Warren, “Tujuan #4: Anda Dibentuk untuk Melayani Allah” dalam The Purpose Driven Life             (Grand Rapids, MI: Zondervan, 2002). Terjemahan Indonesia: The Purpose Driven Life
            (Malang: Gandum Mas, 2004).

Pola Pelayanan

Bill Hull, Jesus Christ Disciple-maker (Colorado Springs, CO: NavPress).

Gary McIntosh & Glen Martin, Finding Them, Keeping Them: Effective Strategies for Evangelism             and Assimilation in the Local Church (Nashville, TN: Broadman & Holman, 1992).

LeRoy Eims, The Lost Art of Disciple Making (Grand Rapids, MI: Zondervan & Colorado Springs, CO:             NavPress, 1978). Terjemahan Indonesia: Pemuridan Seni yang Hilang (Bandung:             Lembaga Literatur Baptis, 1982).

Michael H. Clarensau,Sylvia Lee, Steve R. Mills, We Build People: Making Disciples for the 21st             Century (Springfield, MO: Gospel Publishing House, 1996).

Rick Warren, The Purpose Driven Church (Grand Rapids, MI: Zondervan, 1995). Terjemahan             Indonesia: The Purpose Driven Church (Malang: Gandum Mas).

Robert E. Coleman, The Master Plan of Evangelism (Grand Rapids, MI: Spire Books, 1963).             Terjemahan Indonesia: Rencana Agung Penginjilan (Bandung: Kalam Hidup).

Roy Robertson, The Timothy Principle (Singapore: The Navigators, 1986). Terjemahan Indonesia:             Pemuridan dengan Prinsip Timotius (Yogyakarta: Yayasan Andi, 2001).

Ketrampilan Pelayanan

Membimbing

Anthony Yeo, Counseling: A Problem-solving Approach (Singapore: Armour, 1993). Terjemahan             Indonesia: Konseling: Suatu Pendekatan Pemecahan Masalah (Jakarta: BPK Gunung             Mulia, 2002).

Billy Graham Counseling Department, Billy Graham Christian Worker’s Handbook: A Layman Guide             for Soul Winning and Personal Counseling (Minneapolis, MN: World Wide Publication, 1984).             Terjemahan Indonesia: Buku Pegangan Pelayanan: Prinsip, Langkah, dan Cara Mengatasi             Masalah dalam Penginjilan dan Pembimbingan Pribadi (Jakarta: Persekutuan Pembaca             Alkitab, 1986).

Howard Hendricks, William Hendricks, As Iron Sharpens Iron: Building Character in A Mentoring             Relationship (Colorado Springs, CO: NavPress).

Neil T. Anderson, The Steps to Freedom in Christ (Gospel Light, 1996). Terjemahan Indonesia:             Langkah-langkah Menuju Kemerdekaan di Dalam Kristus (Yogyakarta: Sekolah Tinggi             Injili Indonesia, 1996).

Paul D. Stanley & J. Robert Clinton, Connecting: The Mentoring Relationship You Need to Succeed             in Life (Colorado Springs, CO: NavPress, 1992). Terjemahan Indonesia: Mentor: Anda
            Perlu Mentor dan Bersedia Menjadi Mentor
(Malang: Gandum Mas, 1996).

Roy Robertson, The Timothy Principle (Singapore: The Navigators, 1986). Terjemahan Indonesia:             Pemuridan dengan Prinsip Timotius (Yogyakarta: Yayasan Andi, 2001).

Steve Barker, Judy Johnsson, Jimmy Long, Rob Malone, Ron Nicholas, Small Group Leaders’             Handbook (Downmers Grove, IL: InterVarsity Press, 1982). Terjemahan Indonesia: Buku             Pegangan Pemimpin Kelompok Kecil (Jakarta: Perkantas, 1986).

Mengajar

Haddon W. Robinson, Biblical Preaching (Grand Rapids, MI: Baker Books, 1980). Terjemahan             Indonesia: Cara Berkhotbah yang Baik (Yogyakarta: Yayasan Andi, 1997).

Howard G. Hendricks, Teaching to Change Lives (Portland, OR: Multnomah & Walk Thru The Bible             Ministries, 1987).

John Milton Gregory, The Seven Laws of Teaching (Grand Rapids, MI: Baker Book House, 1954).             Terjemahan Indonesia: Tujuh Hukum Mengajar (Malang: Gandum Mas, 2002).

Noor Anggraito, Menyiapkan Khotbah Ekspositori secara Praktis (Yogyakarta: Yayasan Andi, 2001).

Memimpin

J. Oswald Sanders, Spiritual Leadership (London, UK: Marshal, Morgan & Scott Publications, 1974).             Terjemahan Indonesia: Kepemimpinan Rohani (Bandung: Kalam Hidup).

John C. Maxwell, The 21 Irrefutable Laws of Leadership (2001). Terjemahan Indonesia: 21 Hukum             Kepemimpinan Sejati (Batam Centre: Interakara).

Pola Pelayanan Amanat Agung

menjadi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus
Amanatagung.jpg

Sasaran Pelayanan

Amanat ini disebut sebagai Amanat Agung (The Great Commission) karena besarnya otoritas yang memerintahkannya (segala kuasa di sorga dan di bumi), luasnya lingkup yang dicakup (semua bangsa), tingginya standar yang dicapai (murid Kristus), menyeluruhnya proses yang dikerjakan (baptis, ajar segala sesuatu yang diperintahkan, pergi), panjangnya janji penyertaan yang mengikutinya (sampai kepada akhir zaman). Adakah amanat yang lebih besar dari Amanat Agung ini?

Sesuai struktur tata bahasa aslinya (Yunani), kalimat induk dalam amanat ini adalah ”Jadikanlah semua bangsa murid-Ku”. Di sini kita dihadapkan dengan standar kuantitas dan kualitas hasil pelayanan yang diinginkan Tuhan Yesus. Kuantitas merujuk pada berapa murid yang dihasilkan. Kualitas merujuk pada bagaimana murid yang dihasilkan.

1amanat.jpg

Sasaran Kuantitas: Semua Bangsa

Sasaran Tuhan Yesus tidak kurang dari mencapai semua bangsa. Kata yang diterjemahkan sebagai “bangsa” di sini adalah ethne. Dari akar kata ini kita memperoleh kata ethnic dalam bahasa Inggris atau etnis dalam bahasa Indonesia. Kata ethne berarti adalah “sekelompok orang yang memiliki kesamaan ciri-ciri tertentu”.
Pengertian yang telah diperluas dari “kelompok orang” bisa diterapkan pada suatu kelompok suku bangsa secara sosial-budaya, suatu kelompok usia (anak, kaum muda, dewasa, lanjut usia), suatu kelompok profesi (dokter, akuntan, buruh, pengusaha, dll.), dan sebagainya. Dalam sudut pandang lain, Loren Cunningham, pendiri dan presiden Youth With A Mission (YWAM), mengemukakan tujuh kelompok bidang yang memerlukan pengaruh kristiani: (1) Rumah Tangga, (2) Gereja, (3) Sekolah, (4) Pemerintahan dan Politik, (5) Media, (6) Seni, Hiburan, dan Olah Raga, (7) Bisnis, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kepada semua kelompok orang kita diutus untuk pergi, menghasilkan murid Kristus.


Sasaran Kualitas : Murid Kristus

Tuhan Yesus bukan hanya menjelaskan ke mana kita perlu pergi, tetapi juga apa yang harus kita hasilkan di sana. Dia menghendaki kuantitas yang berkualitas, dengan kualifikasi murid Kristus. Siapakah murid Kristus?

Murid Kristus adalah pelajar dan pegikut Kristus yang hidupnya mencerminkan pengajaran dan kehidupan Kristus. Bagian-bagian lain dalam Alkitab menegaskan sasaran kualitas pertumbuhan yang sama melalui ungkapan “menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya” (Rm 8:29 ), “diubah serupa dengan gambar-Nya" (2Kor 3:18 ), “mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (Ef 4:13 ).

Ini adalah sasaran dari suatu pelayanan yang mengikuti tuntutan Amanat Agung: mentransformasikan seseorang menjadi pelajar dan pegikut Kristus yang hidupnya mencerminkan pengajaran dan kehidupan Kristus (kualitas: murid Kristus) serta secara aktif berusaha membangun karakteristik tersebut pada orang lain di mana dia berada dan ditempatkan (kuantitas: semua ethne).

Bidangpmk.jpg

Strategi Pelayanan

Kalimat induk ”Jadikanlah semua bangsa murid-Ku” merupakan satu amanat dengan tiga karakteristik, sebagaimana diketahui dari tiga kata kerja dalam anak kalimat yang menerangkannya: baptislah, ajarlah, pergilah. Amanat Agung dalam Matius 28:18-20 ini berbicara tentang suatu proses transformasi. Proses untuk menjadikan seorang murid Kristus terdiri dari membagikan khabar baik (baptislah - sebagai pernyataan dari pengalaman pertobatan), membina iman mereka (ajarlah), dan mengutus mereka ke dalam dunia (pergilah). Murid yang diutus pergi ini kemudian memulai lingkaran proses penginjilan, pembinaan, dan pengutusan yang sudah dialaminya. Demikianlah mereka berlipatganda.

Kualitas dan efektivitas sebuah persekutuan sangat ditentukan oleh bagaimana persekutuan tersebut menjalankan masing-masing mata rantai proses transformasi (Penjangkauan dan Penginjilan, Pembinaan dan Pemerlengkapan, Pengutusan dan Pelipatgandaan) dengan baik. Jika gereja dan persekutuan kita mau menghasilkan murid Kristus yang bertumbuh, melayani, dan menjalankan misinya, maka seluruh proses ini harus dilalui.

Dalam penerapannya, proses transformasi menjadi murid Kristus tersebut dapat diterjemahkan sebagai sasaran bertahap:

Menjadikansemua.jpg

Pola pemuridan ini bukan hanya dinyatakan secara verbal oleh Tuhan Yesus dalam Amanat Agung, tetapi juga ditunjukkan secara aktual dalam pelayanan- Nya (untuk studi mendalam mengenai pola pelayanan Tuhan Yesus bacalah The Training of the Twelve karya A.B. Bruce, The Masterplan of Evangelism karya Robert E. Coleman, dan Growing A Healthy Church karya Dan Spader). Gereja dan persekutuan kita dapat meningkatkan kemampuannya untuk membangun orang-orang dan memenuhi misi Tuhan dengan memahami strategi Kristus ini.



Pembentukan kualitas murid Kristus yang menjalankan misinya ini tidak dapat diasumsikan akan terjadi dengan sendirinya ataupun melalui kegiatan kerohanian yang sporadis. Adanya berbagai kegiatan dan pertemuan kerohanian tidak menunjukkan bahwa gereja atau persekutuan tersebut sedang membangun murid Kristus. Kita telah mengkondisikan orang untuk memercayai bahwa seorang murid adalah seseorang yang setia mengikuti suatu kegiatan kerohanian; bukannya seseorang pelajar dan pegikut Kristus yang mencerminkan karakter, nilai-nilai, dan gaya hidup-Nya, serta secara aktif berusaha membangun karakteristik tersebut pada orang lain. Akibatnya yang kita dapatkan adalah penonton- penonton bukan pekerja-pekerja. Setelah mengamati, merefleksikan, dan menganalisis berbagai permasalahan yang terjadi dalam pelayanan gereja maupun persekutuan kristiani, dapat disimpulkan bahwa secara mendasar hampir semua masalah tersebut disebabkan karena kurang dimilikinya pola pelayanan yang tepat. Kebutuhan akan pola pelayanan yang demikian telah mendorong kami untuk mengambil bagian dalam tubuh Kristus untuk merancang suatu kurikulum dan metode pembelajaran, dengan mendasarkannya pada sasaran dan strategi Amanat Agung Tuhan Yesus, yang saat ini sampai di tangan saudara dengan sebutan KAMBIUM (singkatan dari Komunitas Pertumbuhan Iman Untuk Menjadi Murid Kristus).

Garis Besar dan Kunci Jawaban Buku Peserta "Berbuah dalam Kristus"

Pekerja Pelayanan: Seluruh Umat

Pandangan Alkitab Tentang Pekerja Pelayanan

  • Semua orang percaya diselamatkan untuk melayani
  • Semua orang percaya diperlengkapi untuk melayani
  • Semua orang percaya diutus untuk melayani

Bagaimana Menjadi Pekerja Pelayanan

  • D oa : Mendoakan kebutuhan pekerja di ladang Tuhan
  • D ana : Memberi dukungan bagi pekerja di ladang Tuhan
  • D aya : Menyerahkan diri sebagai pekerja di ladang Tuhan

Lingkup Pelayanan: Seluruh Dunia

Pandangan Alkitab Tentang Lingkup Pelayanan

  • Pendahuluan cerita Alkitab
  • Isi cerita Alkitab: Awal
  • Isi cerita Alkitab: Ringkasan
  • Isi cerita Alkitab: Kelanjutan
  • Akhir cerita Alkitab

Pandangan Strategi Tentang Lingkup Pelayanan

  • Dunia ABC Dalam hubungan dengan Injil,
    manusia di dunia dibagi dalam 3 kelompok:

    • Dunia A : Orang yang (mengaku) percaya kepada Kristus => perlu penginjilan kembali

    • Dunia B : Orang yang (dapat) mendengar Injil tetapi masih menolak => perlu penginjilan lokal

    • Dunia C : Orang yang belum pernah (belum dapat) mendengar Injil => perlu penginjilan lintas budaya

    Penginjilan berarti membawa khabar baik kepada orang-orang yang memiliki budaya yang serupa dengan kita.

    Misi berarti membawa khabar baik kepada orang- orang yang memiliki budaya yang berbeda dengan kita (lintas budaya).

  • Suku Terabaikan
    Misi Biasa (regular mission) berarti melayani secara lintas budaya di tengah suku bangsa yang sudah terjangkau.
    Misi Perintisan (frontier mission) berarti melayani secara lintas budaya di tengah suku bangsa yang masih terabaikan.

  • Ketimpangan Besar

Bagaimana Menjadi Orang Kristen Dunia

Orang Kristen Duniawi (Worldly Christian): Orang kristiani yang memandang dunia sebagai sarana bagi keuntungan dan kepentingan pribadinya.
Orang Kristen Dunia (World Christian): Orang kristiani yang memandang misi Tuhan bagi dunia sebagai sasaran dari pilihan dan prioritas hidupnya.

Spesialisasi.jpg
  • Menangkap Visi (Motivasi)
  • Memelihara Visi (Integrasi)
  • Menaati Visi (Spesialisasi)
    • Orang yang Pergi (Goer)
    • Pengutus (Sender)
    • Penggerak (Mobilizer)

Bidang Pelayanan: Seluruh Injil

Pandangan Alkitab Tentang Seluruh Injil

  • Doktrin yang lengkap tentang Allah
  • Doktrin yang lengkap tentang Kristus
  • Doktrin yang lengkap tentang manusia
  • Doktrin yang lengkap tentang keselamatan
  • Doktrin yang lengkap tentang Gereja

Hubungan Penginjilan dan Tanggung Jawab Sosial

  • Kegiatan sosial adalah akibat dari penginjilan
  • Kegiatan sosial adalah jembatan bagi penginjilan

  • Kegiatan sosial adalah mitra dalam penginjilan

Bagaimana Membawa Seluruh Injil ke Seluruh Dunia

  • Tujuh bidang pengaruh
  • Delapan jalan keterlibatan
  • Tiga tindakan praktis

Pengantar Profil Pelayanan

Bagiankkk.jpg Pentingnya Mengenali Profil Pelayanan

  • Tuhan dimuliakan: Kita perlu menemukan rancangan Tuhan bagi pelayanan kita agar kita hidup di dalamnya, sehingga melaluinya Tuhan dimuliakan.
  • Pekerjaan pelayanan dibangun: Kita perlu menemukan rancangan Tuhan bagi pelayanan kita agar kita memenuhi kontribusi unik kita bagi tubuh Kristus dan dunia, sehingga melaluinya pelayanan menjadi terfokus dan efektif.
  • Pekerja Pelayanan dipenuhkan: Kita perlu menemukan rancangan Tuhan bagi pelayanan kita agar kita menjadi orang yang tepat, di tempat yang tepat, dengan alasan yang tepat, sehingga melaluinya kita melayani dengan antusiasme dan ketekunan.

Proses Mengenali Profil Pelayanan

  1. Mengenali Diri (Rancangan Tuhan)
  2. Menyelidiki Kebutuhan (Ladang Tuhan)
  3. Melakukan Pelayanan (Pekerjaan Tuhan)

Profil Pelayanan: Keterbebanan

Pengertian Keterbebanan

  • Keterbebanan (heart’s passion) menunjukkan kepada siapa atau dalam bidang apa Saudara perlu melayani.
  • Keterbebanan merupakan gerakan hati yang mendalam dan terus-menerus yang diberikan Tuhan pada Saudara untuk melakukan sesuatu kepada orang/kelompok tertentu atau pelayanan/permasalahan tertentu.
  • Keterbebanan seringkali dinyatakan sebagai hasrat hati, impian, visi, atau panggilan yang terus menggerakkan Saudara untuk memberi perhatian dan mengambil tindakan.

Pengenalan Keterbebanan

Profil Pelayanan: Kemampuan

Pengertian Kemampuan

  • Kemampuan menunjukkan peran dan tindakan yang perlu Saudara ambil dalam pelayanan.
  • Kemampuan merupakan karunia, kecakapan, dan kesempatan yang diberikan Tuhan yang menjadi kontribusi unik Saudara dalam pelayanan.
  • Kemampuan seseorang meliputi: Karunia- karunia Roh (Spirit’s gifts), Minat dan Bakat (natural talents), Pengalaman dan Pembelajaran (acquired abilities)

Pengenalan Kemampuan

Karunia-karunia Roh
Langkah mengenali karunia-karunia Roh:

  1. Berdoa memohon penerangan Roh Kudus
  2. Selidiki kemungkinan karunia yang ada
  3. Terapkan sesering mungkin
  4. Uji perasaan, efektivitas, dan peneguhan
  5. Terbuka pada pimpinan Tuhan selanjutnya

Minat dan Bakat Manusiabenda.jpg

Pengalaman dan Pembelajaran
Enam macam pengalaman dan pembelajaran:

  • Pengalaman keluarga
  • Pengalaman pendidikan
  • Pengalaman pekerjaan
  • Pengalaman spiritual
  • Pengalaman pelayanan
  • Pengalaman menyakitkan

Profil Pelayanan: Kepribadian

Pengertian Gaya Kepribadian

  • Gaya kepribadian adalah pemberian Tuhan.
  • Gaya kepribadian yang berbeda-beda diperlukan untuk dapat saling mendukung; Tidak ada gaya kepribadian yang benar atau salah.
  • Gaya kepribadian memengaruhi cara seseorang menggunakan kemampuannya-kemampuannya dalam pelayanan.

Pengenalan Gaya Kepribadian Idea-person.jpg

Penutup Profil Pelayanan

Kekeliruan dalam memandang Profil Pelayanan:

  • Kekeliruan Fokus
  • Kekeliruan Sikap
  • Kekeliruan Waktu


Pelayanan Sebagai Gaya Hidup

Motivasi Melayani: Kasih

  • Nilai suatu pelayanan terletak pada kasih yang menggerakkannya.
  • Kita dapat melayani tanpa mengasihi tetapi kita tidak dapat mengasihi tanpa melayani.
  • Kita tidak dapat sungguh-sungguh melayani tanpa pengorbanan.

Gaya Hidup Melayani: Total

  • Melayani sebagai persembahan seluruh hidup Pelayanan primer Saudara adalah pada bidang yang sesuai profil pelayanan Saudara. Pelayanan sekunder Saudara adalah di mana pun Saudara diperlukan pada suatu waktu.
  • Melayani melalui semua yang diperbuat
    Pandangan Populer:
    Pelayanan yang rohani adalah kegiatan yang dilakukan dalam bidang keagamaan. Pekerjaan yang sekular adalah kegiatan yang dilakukan di luar bidang keagamaan.
Pandangan Alkitab: Pelayanan yang rohani adalah setiap hal, selain dosa, yang dilakukan dengan hati yang mengasihi dan ditujukan bagi kemuliaan Tuhan. Pekerjaan yang sekular adalah setiap hal, termasuk kegiatan keagamaan, yang dilakukan tanpa hati yang mengasihi dan tidak ditujukan bagi kemuliaan Tuhan.
  • Melayani dengan efektif dalam jangka panjang Pelayanan yang efektif sepanjang hidup kita berkaitan dengan menjaga keseimbangan antara hasil pelayanan dan kapasitas pelayanan.

Sikap Melayani: Hamba

  • Melayani dengan mengalihkan dari pemusatan pada diri sendiri
  • Melayani dengan mengasihi sesama
  • Melayani dengan mengasihi Tuhan
Keluar.jpg Kedalam.jpg Muter.jpg

ENERGI DIARAHKAN KE LUAR KEPADA ORANG LAIN ENERGI DIARAHKAN KE DALAM KEPADA DIRI SENDIRI ENERGI KELIHATANNYA DIARAHKAN KEPADA ORANG LAIN, TETAPI SEBENARNYA KEPADA DIRI SENDIRI

Pola Pelayanan Amanat Agung: Sasaran dan Strategi

Amanat Agung

  • Satu Amanat (Sasaran pelayanan):

    Jadikanlah
    semua bangsa => Kuantitas/Jumlah
    murid-Ku => Kualitas/Mutu
  • Tiga Karakteristik (Strategi pelayanan):

    Baptislah … => Penginjilan
    Ajarlah … => Pembinaan
    Pergilah … => Pengutusan

Sasaran Pelayanan

  • Sasaran Kuantitas
    Semua bangsa (panta ta ethne) = semua etnik, semua suku bangsa, semua kelompok orang
  • Sasaran Kualitas
    Murid Kristus (mathetes) = pelajar dan pegikut Kristus yang hidupnya mencerminkan pengajaran dan kehidupan Kristus.

Strategi Pelayanan
Proses untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus:

  1. Penjangkauan dan Penginjilan: Tuhan menghendaki semakin banyak orang menjadi percaya bagi kemuliaan-Nya (2Kor 4:15 ).
  2. Pembinaan: Tuhan mengubah kita semakin serupa dengan gambar-Nya bagi kemuliaan-Nya (2Kor 3:18 ).
  3. Pemerlengkapan: Tuhan menghendaki setiap orang percaya melayani bagi kemuliaan-Nya (1Pet 4:10-11 ).
  4. Pengutusan dan Pelipatgandaan: Tuhan menetapkan kita untuk pergi untuk berbuah banyak bagi kemuliaan-Nya (Yoh 15:8,16 ).


Pelipatgandaan Pekerja

Pola Pelayanan Amanat Agung: Prinsip dan Fokus

Strategi Pelayanan Penjangkauan dan Penginjilan

  • Prinsip Pelayanan: Setiap orang perlu mendapatkan berita Injil dengan lengkap dan jelas sesuai tingkat pemahaman mereka masing- masing.
  • Fokus Pelayanan:
    1. Doakan nama-nama mereka
    2. Bangun hubungan dengan mereka
    3. Bagikan Injil pada mereka

Strategi Pelayanan Pembinaan

  • Prinsip Pelayanan: Setiap orang percaya perlu mendapatkan kebenaran-kebenaran Alkitab untuk mengarahkan dan menjaga mereka dalam bertumbuh seumur hidup.
  • Fokus Pelayanan:
    1. Bangun hubungan pembimbingan dengan mereka
    2. Ajarkan disiplin rohani pada mereka
    3. Tunjukkan teladan gaya hidup Alkitabiah

Strategi Pelayanan Pemerlengkapan

  • Prinsip Pelayanan: Setiap orang percaya mempunyai keterbebanan, kemampuan, dan kepribadian yang unik dan perlu ditemukan, dikembangkan, dan dipakai untuk membangun tubuh Kristus.
  • Fokus Pelayanan:
    1. Tolong mereka menemukan profil pelayanan
    2. Latih mereka mengembangkan ketrampilan pelayanan (terutama bagaimana memuridkan orang lain)
    3. Tunjukkan teladan karakter seorang pelayan Kristus dengan melayani bersama.

Prinsip Pelayanan Pengutusan dan Pelipatgandaan

  • Prinsip Pelayanan: Setiap orang percaya mempunyai suatu tugas pengutusan tertentu dalam mengemban misi Kristus bagi dunia.
  • Fokus Pelayanan:
    1. Delegasikan tanggung jawab yang lebih besar
    2. Hubungkan dengan tubuh Kristus yang lebih luas
    3. Utus mereka memenuhi tempat dan panggilan pelayanannya di dunia.

Menularkan Berbuah dalam Kristus

Pelipatgandaan Rohani

  • Apa: Pelipatgandaan Rohani
  • Mengapa: Kemuliaan Tuhan
  • Bagaimana: Tekad Ezra

Tekad Ezra

  • Memahami lebih dalam
  • Melakukan lebih konsisten
  • Menularkan lebih banyak