MURID
.co
christian
online
Murid.co

Pelipatgandaan Rohani (Bertumbuh dalam Kristus)

Dari Murid.co

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

Menularkan "Bertumbuh dalam Kristus"

Pengajaran

Pelipatgandaan Rohani “Bertumbuh dalam Kristus”

Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu, lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat. (MARKUS 4:20 )


MEMAHAMI lebih dalam

Pelajarilah kembali masing-masing bahan dalam modul ”Bertumbuh dalam Kristus” dengan lebih mendalam sebagai bahan perenungan Saudara.

Rencanakanlah untuk membaca bahan-bahan dalam ”Saran Bacaan untuk Belajar Lebih Lanjut” yang terdapat pada bagian akhir buku ini.


MELAKUKAN lebih teratur

Teruslah memperjuangkan komitmen untuk menerapkan setiap pelajaran dalam modul ”Bertumbuh dalam Kristus”. Mintalah pertolongan Roh Kudus dan saudara-saudara seiman yang lain.

Pergunakanlah ”Jurnal Pertumbuhan” untuk menolong penerapan Saudara. Sangat disarankan untuk melakukannya bersama satu orang rekan pertumbuhan atau lebih.


MENULARKAN lebih banyak

Pergunakanlah sebanyak mungkin kesempatan untuk membagikan kembali pelajaran-pelajaran yang telah Saudara terima dan terapkan.
Saudara dapat melakukannya secara pribadi-ke-pribadi, kelompok kecil, ataupun kelas. Saudara akan lebih terdorong untuk memahami lebih dalam, menerapkan lebih teratur sebelum dan sesudah mengajarkannya.


Perenungan

Tinjaulah pokok-pokok pelajaran dan ayat hafalan ”Bertumbuh dalam Kristus”.
Tinjauan dapat dilakukan berdua-dua atau bergantian di dalam kelompok.
Tinjauan sangat penting untuk dilakukan karena akan menolong Saudara:

  • mengingat inti kebenaran-kebenaran Alkitabiah yang sudah diterima
  • mempersiapkan diri untuk menularkan kebenaran-kebenaran Alkitabiah kepada orang lain
  • memeriksa bagian-bagian yang belum dipahami dengan jelas, sebelum mempelajari kebenaran-kebenaran Alkitab yang lebih lanjut


Selamat! Saudara baru saja menyelesaikan rangkaian pelajaran ”Bertumbuh dalam Kristus”. Pada akhir pelajaran ini, Saudara diminta untuk memantapkan komitmen untuk terus mempelajari, melakukan, dan membagikan kebenaran- kebenarannya. Silakan Saudara membaca dan menandatangani komitmen Bertumbuh dalam Kristus yang ada pada halaman selanjutnya.


Penerapan

Bagikanlah kebenaran-kebenaran dalam ”Bertumbuh dalam Kristus” yang telah Saudara terima kepada orang lain. Selain benih kebenaran tersebut akan berlipatganda di dalam diri orang lain, Saudara sendiri akan mengalami pertumbuhan yang jauh lebih pesat dalam pemahaman dan penerapan kebenaran-kebenaran tersebut, dibandingkan dengan jika Saudara hanya menyimpannya bagi diri sendiri. Carilah kesempatan untuk mengajarkannya kepada orang sampai orang tersebut belajar menerapkannya dalam hidup mereka. Saudara dapat mulai mendoakan untuk mendapatkan seorang ‘Timotius’ yang kepadanya Saudara akan membagikan seluruh pelajaran ini, sedemikian hingga dia dapat mengajarkannya pada orang yang lain lagi. Pergunakanlah lembar kerja ”Jurnal Projek Timotius” sebagai catatan.

Ayat hafalan:

Pelipatgrohani.jpg


Jurnal Proyek Timotius "Bertumbuh dalam Kristus"

Sasaran Kualitas
Sasaran PENGAJARAN
  • Kriteria PENAMPAKAN
Memahami perintah Tuhan untuk bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus seumur hidupnya. Adanya komitmen untuk terus-menerus bertumbuh dewasa dalam (a) hubungan pribadi dengan Tuhan, (b) pemahaman pengajaran, (c) kedewasaan karakter, dan (d) pekerjaan pelayanan, sebagai responnya terhadap firman Tuhan.
Memahami dan memandang hidupnya sebagai penatalayan atas milik Tuhan. Adanya pengakuan akan kepemilikan Tuhan atas waktu, harta, dan seluruh hidupnya dan memandang dirinya sebagai penatalayan, bukan pemilik.
Memahami bagaimana bertumbuh melalui dinamika pertumbuhan di dalam pengambilan keputusan, pencobaan dan penderitaan. Menunjukkan kerinduan untuk mengalami Tuhan dan menerapkan firman-Nya di dalam mengambil keputusan, mengatasi pencobaan, dan menghadapi penderitaan dengan menunjukkannya melalui hasil penerapan pribadinya.
Sasaran KEROHANIAN
  • Kriteria PENAMPAKAN
Mengalami perkembangan dalam hubungan pribadinya dengan Tuhan. Terus-menerus memperbarui komitmen dan menjaga kesetiaan dalam disiplin rohani untuk bergaul dengan Tuhan melalui firman, doa, dan waktu teduh, sesuai dengan gaya spiritualitasnya.
Menggunakan sarana-sarana pertumbuhan. Menunjukkan kesungguhan dan mengambil tindakan nyata untuk mencari dan mengusahakan sarana-sarana pertumbuhan secara lengkap.
Mengatasi hambatan-hambatan pertumbuhan. Menunjukkan kesungguhan dan mengambil tindakan nyata untuk mengatasi hambatan - hambatan pertumbuhan secara tuntas.
Sasaran KARAKTER
  • Kriteria PENAMPAKAN
Memiliki kerinduan dan kesungguhan untuk menjadi penatalayan yang setia dan bertanggung jawab atas waktu. Menunjukkan perubahan pandangan, sikap dan tindakan nyata dalam penggunaan waktu, khususnya melalui penerapan Jurnal Penatalayanan Waktu.
Memiliki kerinduan dan kesungguhan untuk menjadi penatalayan yang setia dan bertanggung jawab atas harta. Menunjukkan perubahan pandangan, sikap dan tindakan nyata dalam penggunaan harta, khususnya melalui penerapan Jurnal Persembahan.
Sasaran PELAYANAN
  • Kriteria PENAMPAKAN
Mempelajari lebih dalam, melakukan lebih teratur, dan menularkan “Bertumbuh dalam Kristus”. Melakukan tinjauan pelajaran dengan baik dan menunjukkan keinginan atau perencanaan untuk mempelajari, melakukan, dan menularkan “Bertumbuh dalam Kristus”.



Pp1.jpg
Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
2 TIMOTIUS 2:2
Jurnalbpelajaran.jpg



Komitmen Bertumbuh dalam Kristus

Saya akan berusaha dengan sungguh hati untuk . . .

  • secara teratur memeriksa dan menjaga pertumbuhan pribadi, dalam hal: hubungan pribadi dengan Tuhan, pemahaman pengajaran, kedewasaan karakter, dan pekerjaan pelayanan
  • memperdalam dan memegang teguh pemahaman atas kebenaran-kebenaran dasar mengenai: pertumbuhan, penatalayanan, dan dinamika pertumbuhan
  • melakukan dan menularkan disiplin-disiplin rohani dalam hal: menggunakan sarana-sarana pertumbuhan, menjadi penatalayan yang baik dan setia atas waktu dan harta.


Dengan pertolongan Tuhan,

________________________
Tanggal


________________________
Tanda Tangan


________________________
Mengetahui


Langkah selanjutnya "Berbuah dalam Kristus"


Sasaran: Mengerjakan pelayanan bagi tubuh Kristus dan mengerjakan misi Kristus bagi dunia.

Prinsip: (1) Setiap orang percaya memiliki keterbebanan, talenta dan karunia, dan kepribadian yang unik dan perlu digali, dikembangkan, dan digunakan untuk membangun tubuh Kristus, dan (2) Setiap orang percaya mempunyai suatu tugas pengutusan tertentu dalam mengemban misi Kristus dan gereja- Nya bagi dunia.

Materi: Perubahan pola pikir dan gaya hidup mengenai . . .

PERSPEKTIF PELAYANAN

  • Pekerja Pelayanan: Seluruh Umat
  • Lingkup Pelayanan: Seluruh Dunia
  • Bidang Pelayanan: Seluruh Injil

PROFIL PELAYANAN

  • Profil Keterbebanan
  • Profil Kemampuan
  • Profil Kepribadian
  • Pelayanan Sebagai Gaya Hidup

POLA PELAYANAN

  • Pola Pelayanan Amanat Agung: Sasaran dan Strategi
  • Pola Pelayanan Amanat Agung: Prinsip dan Fokus

Menularkan “Berbuah dalam Kristus”


Saran Bacaan untuk Belajar lebih Lanjut

Bertumbuh dalam Kristus

Charlie Riggs, Learning to Walk with God: 12 Steps to Christian Growth (Minneapolis, MN: World             Wide Publication, 1986). Terjemahan Indonesia: Belajar Berjalan dengan Allah: 12 Langkah             Pertumbuhan Iman Kristen (Jakarta: Persekutuan Pembaca Alkitab, 1989).

Donald S. Whitney, Spiritual Disciplines for the Christian Life (Colorado Springs, CO: NavPress,             1991). Terjemahan Indonesia: Disiplin Rohani: 10 Pilar Penopang Kehidupan Kristen             (Bandung:Lembaga Literatur Baptis, 1994).

Rick Warren, The Purpose Driven Life (Grand Rapids, MI: Zondervan, 2002). Terjemahan Indonesia:             The Purpose Driven Life (Malang: Gandum Mas, 2004).

Pertumbuhan

Arah Pertumbuhan

Bruce Wilkinson, Secrets of The Vine (Sisters, OR: Multnomah, 2001). Terjemahan Indonesia:             Rahasia Pokok Anggur (Batam Center: Interaksara).

Max Lucado, Just Like Jesus (Word Publishing, 2000). Terjemahan Indonesia: Persis Seperti Yesus             (Batam Centre: Interaksara).

Philip Yancey, The Jesus I Never Knew (Grand Rapids, MI: Zondervan, 1996). Terjemahan Indonesia:             Bukan Yesus yang Saya Kenal (Jakarta: Professional Books, 1997).

Rick Warren, The Purpose Driven Life (Grand Rapids, MI: Zondervan, 2002). Terjemahan Indonesia:             The Purpose Driven Life (Malang: Gandum Mas, 2004).

Sarana Pertumbuhan

Donald S. Whitney, “Menulis dalam Buku Harian” dan “Belajar dan Belajar” dalam Spiritual Disciplines             for the Christian Life (Colorado Springs, CO: NavPress, 1991). Terjemahan Indonesia:             Disiplin Rohani: 10 Pilar Penopang Kehidupan Kristen (Bandung:Lembaga Literatur Baptis,             1994).

Gordon MacDonald, Ordering Your Private World (Chicago: Moody Press, 1984).

John Ortberg, “Hidup dengan Hati yang Teratur: Mengambangkan Aturan Hidup Anda Sendiri” dan             “Kehidupan yang Tahan Banting: Pengalaman Menderita” dalam The Life You’ve Always             Wanted: Spiritual Disciplines for Ordinary People (Grand Rapids, MI: Zondervan, 1999).             Terjemahan Indonesia: Kehidupan yang Selalu Anda Dambakan: Disiplin Rohani untuk             Semua Orang (Batam Centre: Interaksara).

Paul D. Stanley & J. Robert Clinton, Connecting: The Mentoring Relationship You Need to Succeed             in Life (Colorado Springs, CO: NavPress, 1992). Terjemahan Indonesia: Mentor: Anda Perlu             Mentor dan Bersedia Menjadi Mentor (Malang: Gandum Mas, 1996).

Richard J. Foster, “Disiplin Belajar” dalam Celebration of Discipline: The Path to Spiritual Growth             (New York: Harper & Row, 1978). Terjemahan Indonesia: Tertib Rohani (Malang: Gandum             Mas, 1996).

Hambatan Pertumbuhan

Neil T. Anderson, The Bondage Breaker: Overcoming Negative Thoughts, Irrational Feelings,             Habitual Sins (Eugene, OR: Harvest House Publishers, 1990). Terjemahan Indonesia: Bebas             dari Kuasa Gelap: Penuntun Praktis untuk Mengatasi Pikiran Negatif, Perasaan Aneh, Dosa             yang Mengikat (Yogyakarta: Yayasan Andi, 1996).

Neil T. Anderson, The Steps to Freedom in Christ (Gospel Light, 1996). Terjemahan Indonesia:             Langkah-langkah Menuju Kemerdekaan di Dalam Kristus (Yogyakarta: Sekolah Tinggi Injili             Indonesia, 1996).

Thomas J. Sappington, Hancurkan Kuasa Iblis dalam Diri Anda (Yogyakarta: Andi Offset & OC             International, 1998).

Penatalayanan

Bruce Wilkinson & David Kopp, A Life God Rewards (Sisters, OR: Multnomah, 2002). Terjemahan             Indonesia: Kehidupan yang Allah Ganjar (Batam Center: Interaksara).

Penatalayanan atas Waktu

Charles E. Hummel, Freedom from the Tyranny of the Urgent (Downers Grove, IL: InterVarsity             Press, 1997). Terjemahan Indonesia: Seni Menolak Hal-hal yang Mendesak (Jakarta:             Metanoia).

Donald S. Whitney, “Tanggung Jawab Menggunakan Waktu” dalam Spiritual Disciplines for the             Christian Life (Colorado Springs, CO: NavPress, 1991). Terjemahan Indonesia: Disiplin             Rohani: 10 Pilar Penopang Kehidupan Kristen (Bandung:Lembaga Literatur Baptis, 1994).

John Ortberg, “Hidup yang Tidak tergesa-gesa: Latihan Mengurangi Kecepatan” dalam The Life             You’ve Always Wanted: Spiritual Disciplines for Ordinary People (Grand Rapids, MI:             Zondervan, 1999). Terjemahan Indonesia: Kehidupan yang Selalu Anda Dambakan:             Disiplin Rohani untuk Semua Orang (Batam Centre: Interaksara).

Stephen R. Covey, A. Roger Merril, Rebecca R. Merill, First Thing First (New York: Simon & Schuster,             1994). Terjemahan Indonesia: First Thing First: Dahulukan yang Utama (Jakarta:             Gramedia Pustaka Utama, 1995).

Stephen Tong, Waktu & Hikmat (Jakarta: Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1990).

Penatalayanan atas Harta

Donald S. Whitney, “Tanggung Jawab Menggunakan Harta” dalam Spiritual Disciplines for the             Christian Life (Colorado Springs, CO: NavPress, 1991). Terjemahan Indonesia: Disiplin             Rohani: 10 Pilar Penopang Kehidupan Kristen (Bandung:Lembaga Literatur Baptis, 1994).

Loren Cunningham & Janice Rogers, Daring to Live on the Edge (Seattle, WA: YWAM, 1991).             Terjemahan Indonesia: Berani Hidup di Saat Krisis (Yogyakarta: Yayasan Andi, 1995).

Randy Alcorn, The Treasure Principle (Sisters, OR: Multnomah, 2004). Terjemahan Indonesia:             Prinsip Harta (Batam Centre: Interaksara)

Dinamika Pertumbuhan

J.I. Packer, Knowing God (London, UK: Hodder & Stoughton, 1973). Terjemahan Indonesia:             Tuntunan Praktis untuk Mengenal Allah (Yogyakarta: Yayasan Andi, 2002).

Bertumbuh melalui Pengambilan Keputusan

Discovery Series, How Can I Know What God Wants Me to Do? (RBC Ministries). Terjemahan             Indonesia: Bagaimana Mengetahui Kehendak Allah? (Yogyakarta: Yayasan Gloria).

Discovery Series, How Can I Know Who to Marry? (RBC Ministries, 1990). Terjemahan Indonesia:             Bagaimana Memilih Pasangan Hidup? (Yogyakarta: Yayasan Gloria).

Garry Friesen, J. Robin Maxson, Decision Making & the Will of God: A Biblical Alternative to the             Traditional View (Portland, OR: Multnomah, 1980).

John Ortberg, “Hidup di Bawah Tuntunan: Menerima Bimbingan Roh Kudus” dalam The Life You’ve             Always Wanted: Spiritual Disciplines for Ordinary People (Grand Rapids, MI: Zondervan,             1999). Terjemahan Indonesia: Kehidupan yang Selalu Anda Dambakan: Disiplin Rohani             untuk Semua Orang (Batam Centre: Interaksara).

Richard J. Foster, “Disiplin Bimbingan” dalam Celebration of Discipline: The Path to Spiritual Growth             (New York: Harper & Row, 1978). Terjemahan Indonesia: Tertib Rohani (Malang:             Gandum Mas, 1996).

Sinclair B. Ferguson, Discovering God’s Will (Edinburgh, Scotland: The Banner of Truth, 1982).             Terjemahan Indonesia: Menemukan Kehendak Allah (Surabaya: Momentum, 2003).

Bertumbuh melalui Pencobaan

Bruce H. Wilkinson, Personal Holiness in Times of Temptation (Eugene, OR: Harvest House             Publishers, 1998). Terjemahan Indonesia: Kekudusan Pribadi dalam Masa Pencobaan             (Surabaya: Yakin, 2001).

Discovery Series, How Can We Resist the Lure of Sexual Sin?' (RBC Ministries). Terjemahan             Indonesia: Bagaimana Mengatasi Godaan Dosa Seksual? (Yogyakarta: Yayasan Gloria).

Jerry Bridges, The Pursuit of Holiness (Colorado Springs, CO: NavPress, 1978).

John Ortberg, “Hidup Tanpa Penyesalan: Praktik Pengakuan” dalam The Life You’ve Always Wanted:             Spiritual Disciplines for Ordinary People (Grand Rapids, MI: Zondervan, 1999). Terjemahan             Indonesia: Kehidupan yang Selalu Anda Dambakan: Disiplin Rohani untuk Semua Orang             (Batam Centre: Interaksara).

Philip Yancey, What’s So Amazing About Grace? (Grand Rapids, MI: Zondervan, 1997). Terjemahan             Indonesia: Keajaiban Kasih Karunia (Batam Centre: Interakara).

Bertumbuh melalui Penderitaan

Bruce Wilkinson, Secrets of The Vine (Sisters, OR: Multnomah, 2001). Terjemahan Indonesia:             Rahasia Pokok Anggur (Batam Center: Interaksara).

Charlie Riggs, “Kesulitan membentuk Watak dan Keserupaan dengan Kristus” dalam Learning to             Walk with God: 12 Steps to Christian Growth (Minneapolis, MN: World Wide Publication,             1986). Terjemahan Indonesia: Belajar Berjalan dengan Allah: 12 Langkah Pertumbuhan             Iman Kristen (Jakarta: Persekutuan Pembaca Alkitab, 1989).

Discovery Series, Does God Want Me Well? (RBC Ministries, 1997). Terjemahan Indonesia: Apakah             Orang Kristen Harus Selalu Sehat? (Yogyakarta: Yayasan Gloria).

Discovery Series, Why Would a Good God Allow Suffering? (RBC Ministries, 1986). Terjemahan             Indonesia: Mengapa Tuhan Mengizinkan Penderitaan? (Yogyakarta: Yayasan Gloria, 1999).

Discovery Series, How Much Does God Control? (RBC Ministries, 1994). Terjemahan Indonesia:             Sejauh Mana Allah Mengontrol Kehidupan? (Yogyakarta: Yayasan Gloria).

James C. Dobson, When God Doesn’t Make Sense' (Colorado Springs, CO: Focus on the Family,             2005). Terjemahan Indonesia: Ketika Tuhan Tidak Dapat Dimengerti (Jakarta: Fokus Pada             Keluarga, 2005).

Jerry Bridges, You Can Trust God (Colorado Springs, CO: NavPress, 1989). Terjemahan Indonesia:             Dapatkah Anda Mempercayai Allah? (Bandung: Yayasan Kalam Hidup).

Paul G. Caram, Turning the Curse into a Blessing (Ulysses, PA: Zion Christian Publications, 2000).             Terjemahan Indonesia: Mengubah Kutuk menjadi Berkat(Jakarta: Nafiri Gabriel, 2002).

Rick Warren, “Hari #25: Diubahkan oleh Penderitaan” dalam The Purpose Driven Life (Grand Rapids,             MI: Zondervan, 2002). Terjemahan Indonesia: The Purpose Driven Life (Malang: Gandum             Mas, 2004).


Pola Pelayanan Amanat Agung

menjadi dan menjadikan semua bangsa murid Kristus
Aa1.jpg

Sasaran Pelayanan

Amanat ini disebut sebagai Amanat Agung (The Great Commission) karena besarnya otoritas yang memerintahkannya (segala kuasa di sorga dan di bumi), luasnya lingkup yang dicakup (semua bangsa), tingginya standar yang dicapai (murid Kristus), menyeluruhnya proses yang dikerjakan (baptis, ajar segala sesuatu yang diperintahkan, pergi), panjangnya janji penyertaan yang mengikutinya (sampai kepada akhir zaman). Adakah amanat yang lebih besar dari Amanat Agung ini?

Sesuai struktur tata bahasa aslinya (Yunani), kalimat induk dalam amanat ini adalah ”Jadikanlah semua bangsa murid-Ku”. Di sini kita dihadapkan dengan standar kuantitas dan kualitas hasil pelayanan yang diinginkan Tuhan Yesus. Kuantitas merujuk pada berapa murid yang dihasilkan. Kualitas merujuk pada bagaimana murid yang dihasilkan.

Aa2.jpg

Sasaran Kuantitas: Semua Bangsa

Sasaran Tuhan Yesus tidak kurang dari mencapai semua bangsa. Kata yang diterjemahkan sebagai “bangsa” di sini adalah ethne. Dari akar kata ini kita memperoleh kata ethnic dalam bahasa Inggris atau etnis dalam bahasa Indonesia. Kata ethne berarti adalah “sekelompok orang yang memiliki kesamaan ciri-ciri tertentu”. Pengertian yang telah diperluas dari “kelompok orang” bisa diterapkan pada suatu kelompok suku bangsa secara sosial-budaya, suatu kelompok usia (anak, kaum muda, dewasa, lanjut usia), suatu kelompok profesi (dokter, akuntan, buruh, pengusaha, dll.), dan sebagainya. Dalam sudut pandang lain, Loren Cunningham, pendiri dan presiden Youth With A Mission (YWAM), mengemukakan tujuh kelompok bidang yang memerlukan pengaruh kristiani: (1) Rumah Tangga, (2) Gereja, (3) Sekolah, (4) Pemerintahan dan Politik, (5) Media, (6) Seni, Hiburan, dan Olah Raga, (7) Bisnis, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kepada semua kelompok orang kita diutus untuk pergi, menghasilkan murid Kristus.

Sasaran Kualitas: Murid Kristus

Tuhan Yesus bukan hanya menjelaskan ke mana kita perlu pergi, tetapi juga apa yang harus kita hasilkan di sana. Dia menghendaki kuantitas yang berkualitas, dengan kualifikasi murid Kristus. Siapakah murid Kristus?

Murid Kristus adalah pelajar dan pegikut Kristus yang hidupnya mencerminkan pengajaran dan kehidupan Kristus. Bagian-bagian lain dalam Alkitab menegaskan sasaran kualitas pertumbuhan yang sama melalui ungkapan “menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya” (Rm 8:29 ), “diubah serupa dengan gambar-Nya" (2Kor 3:18 ), “mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (Ef 4:13 ).

Ini adalah sasaran dari suatu pelayanan yang mengikuti tuntutan Amanat Agung: mentransformasikan seseorang menjadi pelajar dan pegikut Kristus yang hidupnya mencerminkan pengajaran dan kehidupan Kristus (kualitas: murid Kristus) serta secara aktif berusaha membangun karakteristik tersebut pada orang lain di mana dia berada dan ditempatkan (kuantitas: semua ethne).

Aa3.jpg

Strategi Pelayanan

Kalimat induk ”Jadikanlah semua bangsa murid-Ku” merupakan satu amanat dengan tiga karakteristik, sebagaimana diketahui dari tiga kata kerja dalam anak kalimat yang menerangkannya: baptislah, ajarlah, pergilah. Amanat Agung dalam Matius 28:18-20 ini berbicara tentang suatu proses transformasi. Proses untuk menjadikan seorang murid Kristus terdiri dari membagikan khabar baik (baptislah - sebagai pernyataan dari pengalaman pertobatan), membina iman mereka (ajarlah), dan mengutus mereka ke dalam dunia (pergilah). Murid yang diutus pergi ini kemudian memulai lingkaran proses penginjilan, pembinaan, dan pengutusan yang sudah dialaminya. Demikianlah mereka berlipatganda.

Kualitas dan efektivitas sebuah persekutuan sangat ditentukan oleh bagaimana persekutuan tersebut menjalankan masing-masing mata rantai proses transformasi (Penjangkauan dan Penginjilan, Pembinaan dan Pemerlengkapan, Pengutusan dan Pelipatgandaan) dengan baik. Jika gereja dan persekutuan kita mau menghasilkan murid Kristus yang bertumbuh, melayani, dan menjalankan misinya, maka seluruh proses ini harus dilalui.

Dalam penerapannya, proses transformasi menjadi murid Kristus tersebut dapat diterjemahkan sebagai sasaran bertahap:

Aa4.jpg

Pola pemuridan ini bukan hanya dinyatakan secara verbal oleh Tuhan Yesus dalam Amanat Agung, tetapi juga ditunjukkan secara aktual dalam pelayanan- Nya (untuk studi mendalam mengenai pola pelayanan Tuhan Yesus bacalah The Training of the Twelve karya A.B. Bruce, The Masterplan of Evangelism karya Robert E. Coleman, dan Growing A Healthy Church karya Dan Spader). Gereja dan persekutuan kita dapat meningkatkan kemampuannya untuk membangun orang-orang dan memenuhi misi Tuhan dengan memahami strategi Kristus ini.


___________________________________________________________________
Pembentukan kualitas murid Kristus yang menjalankan misinya ini tidak dapat diasumsikan akan terjadi dengan sendirinya ataupun melalui kegiatan kerohanian yang sporadis. Adanya berbagai kegiatan dan pertemuan kerohanian tidak menunjukkan bahwa gereja atau persekutuan tersebut sedang membangun murid Kristus. Kita telah mengkondisikan orang untuk memercayai bahwa seorang murid adalah seseorang yang setia mengikuti suatu kegiatan kerohanian; bukannya seseorang pelajar dan pegikut Kristus yang mencerminkan karakter, nilai-nilai, dan gaya hidup-Nya, serta secara aktif berusaha membangun karakteristik tersebut pada orang lain. Akibatnya yang kita dapatkan adalah penonton- penonton bukan pekerja-pekerja. Setelah mengamati, merefleksikan, dan menganalisis berbagai permasalahan yang terjadi dalam pelayanan gereja maupun persekutuan kristiani, dapat disimpulkan bahwa secara mendasar hampir semua masalah tersebut disebabkan karena kurang dimilikinya pola pelayanan yang tepat. Kebutuhan akan pola pelayanan yang demikian telah mendorong kami untuk mengambil bagian dalam tubuh Kristus untuk merancang suatu kurikulum dan metode pembelajaran, dengan mendasarkannya pada sasaran dan strategi Amanat Agung Tuhan Yesus, yang saat ini sampai di tangan saudara dengan sebutan KAMBIUM (singkatan dari Komunitas Pertumbuhan Iman Untuk Menjadi Murid Kristus).


Garis Besar dan Kunci Jawaban Buku Peserta "Bertumbuh dalam Kristus"

Arah Pertumbuhan

Rancangan Pertumbuhan
  • Rancangan Tuhan dalam Penciptaan
  • Rancangan Tuhan dalam Diri Kristus
  • Rancangan Tuhan dalam Diri Orang Percaya

Arah Pertumbuhan

  • Arah Pertumbuhan: Pekerjaan Pelayanan
  • Arah Pertumbuhan: Pemahaman Pengajaran
  • Arah Pertumbuhan: Kedewasaan Karakter

Dasar dan Proses Pertumbuhan
Dasar Pertumbuhan:

  • Pribadi dan Karya Kristus
  • Hubungan Pribadi dengan Tuhan
Proses Pertumbuhan:
  • Memahami, Melakukan, Menularkan

Bangunanpertumbuhan.jpg

Sarana Pertumbuhan

Sarana-sarana pertumbuhan meliputi:

Sarana Pertumbuhan Pribadi:
Tertib Rohani
Siklus ’perbaikan yang terus-menerus’ PDCA:

  • P LAN (rencanakan)
  • D O (lakukan)
  • C HECK (periksa)
  • A CTION (tindak lanjut)

Rodatumbuh.jpg

Sarana Pertumbuhan Bersama:

Kelompok Pertumbuhan
Kelompok pertumbuhan 360 derajat meliputi:

  • Pembimbing
  • Rekan
  • Bimbingan

Sarana Pertumbuhan Keadaan:
Peristiwa Sehari-hari

  • Pendisiplinan
  • Pemangkasan
  • Peneguhan

Hambatan Pertumbuhan

Dua hal yang menentukan pertumbuhan orang percaya:
  1. Kedewasaan Rohani
  2. Kemerdekaan Rohani

Mengenali Hambatan Pertumbuhan Hambatanprtumb.jpg

  • Nafsu Daging
  • Jalan Dunia
  • Kuasa Gelap
Sikap yang tidak tepat terhadap kuasa gelap:
  • Mengabaikan
  • Ketertarikan
  • Ketakutan

Sikap yang tepat terhadap kuasa gelap:

  • Sadar
  • Berjaga-jaga
  • Melawan

Mengatasi Hambatan Pertumbuhan
Langkah-langkah menuju kemerdekaan di dalam Kristus:

  1. Minta penerangan Roh Kudus dan lakukan pemeriksaan diri.
  2. Mengakui dosa (rinci) dan meninggalkan dosa (tuntas).
  3. Mohon Tuhan membebaskan dan memutuskan ikatan.

Penatalayan yang Setia dan Bertanggung Jawab

Pengertian Tentang Penatalayanan
  • Penatalayan atau oikonomos (Yunani) = oikos (rumah) + nomos (pengaturan, pengelolaan) = sebutan bagi seseorang yang bekerja sebagai pengatur atau pengelola urusan rumah tangga.
  • Contoh penatalayan dalam Perjanjian Lama: Yakub di rumha Laban (Kej 29 ); Yusuf di rumah Potifar (Kej 39:8 ) Contoh Perjanjian Baru: Perumpamaan Tuhan Yesus tentang uang mina (Luk 19:11-27 ), talenta (Mat 25:12-30 ), hamba yg bijaksana dan bodoh (Luk 12:35-48 ;Mat 24:45-51 ), penggarap kebun anggur (Luk 20:9-19 ; Mar 12:1-12 ; Mat 21:33-46 )
  • Pola perumpamaan Yesus tentang penatalayan:

Polaperumpamaan.jpg

Prinsip-prinsip Penatalayanan

Studi Alkitab 1: Perumpamaan tentang Uang Mina
Uangmina.jpg
Studi Alkitab 2: Perumpamaan tentang Talenta
Talenta.jpg

Studi Alkitab 1: Perumpamaan tentang Uang Mina

Tanggung Jawab
KELIRU: Kita berpikir bahwa meskipun Tuhan memberikan semua yang menjadi kemampuan, milik, dan kesempatan kepada kita, Dia tidak akan memperhatikan jika kita tidak menggunakannya dengan sebaik-baiknya. BENAR: Tuhan mengharapkan kita menggunakan semua kemampuan, milik, dan kesempatan yang telah diberikan pada kita dan melipatgandakannya dengan sebaik-baiknya bagi kerajaan-Nya.
Upah Kekal
KELIRU: Kita berpikir bahwa jika Tuhan memberi upah pada kita untuk pekerjaan kita bagi-Nya, upahnya akan merupakan pujian yang sama rata bagi semua orang dan tidak berpengaruh bagi kesempatan dalam masa depan kekal kita di kerajaan-Nya. BENAR: Tuhan akan memberi upah kepada kita untuk pekerjaan kita bagi-Nya, upahnya akan sama proporsinya dengan seberapa banyak kita telah melipatgandakan kehidupan kita dan akan berpengaruh besar bagi kesempatan dalam masa depan kekal kita di kerajaan-Nya.
Hal Terburuk
KELIRU: Kita berpikir bahwa jika kita tidak bekerja bagi Tuhan dengan apa yang telah diberikan-Nya untuk kita kelola, hal terburuk yang mungkin terjadi adalah tidak mendapat upah. BENAR: Jika kita tidak bekerja bagi Tuhan dengan apa yang telah diberikan-Nya untuk kita kelola, hal terburuk yang mungkin terjadi adalah menderita kerugian.


Studi Alkitab 2: Perumpamaan tentang Talenta

Dasar Pembandingan
KELIRU: Kita berpikir bahwa, seperti orang-orang dan pola penghargaan di sekitar kita, Tuhan akan memberikan penghargaan berdasarkan apa yang telah kita lakukan dibandingkan dengan apa yang dapat diberikan orang lain. BENAR: Tuhan akan memberikan penghargaan berdasarkan apa yang telah kita lakukan dibandingkan dengan apa yang telah Tuhan berikan di dalam diri seseorang.
Cara Melayani
KELIRU: Kita berpikir bahwa menjadi penatalayan Tuhan yang setia berarti sekadar tidak banyak berbuat dosa dan tidak berhenti melayani. BENAR: Melayani Tuhan dengan setia berarti melayani dengan segenap hati untuk memberikan yang terbaik.

Penatalayanan atas Waktu

Pandangan Alkitab atas Waktu
  • Waktu hidup kita di dunia berlangsung sangat singkat
  • Waktu hidup kita di dunia mempersiapkan bagi kekekalan
  • Waktu hidup kita di dunia tidak kita ketahui berapa banyak yg. tersisa
  • Penggunaan waktu harus diprioritaskan pada hal-hal yang penting

Matriks Manajemen Waktu: Penting x Genting Genting.jpg

Prinsip Penatalayanan atas waktu
  • Penggunaan waktu harus diprioritaskan bagi kepentingan Sang Pemilik
  • Penggunaan waktu harus diprioritaskan dalam bidang utama kehidupan

TABEL KIRI-KANAN: Kehidupan Pribadi, Keluarga, Pekerjaan, Tubuh Kristus, Masyarakat

Praktek Penatalayanan atas Waktu
Langkah-langkah pengelolaan waktu:

  1. Susunlah doa di sekeliling bidang-bidang utama kehidupan, agar dapat menggunakan waktu sesuai kehendak Tuhan.
  2. Tentukan sasaran untuk masing-masing bidang tersebut. Ada dua macam prioritas: prioritas kronos dan kairos.
  3. Lakukan penjadwalan dari masing-masing sasaran, terapkanlah dengan integritas, dan evaluasilah secara berkala.

Penatalayanan atas Harta

Pandangan Alkitab atas Harta
  • Pertobatan dan Penatalayanan atas Harta
  • Kristus sebagai pusat dan Penatalayanan atas Harta
  • Kekekalan dan Penatalayanan atas Harta

Prinsip Penatalayanan atas Harta

  • Allah yang empunya segalanya, saya pengelola harta-Nya.
  • Untuk mengirimkan harta saya ke surga, saya harus mengirimkannya sebelum berangkat ke sana.
  • Semakin besar kasih karunia (harta milik), semakin besar tanggung jawab (pemberian). Tuhan meningkatkan kekayaan dan kepemilikan untuk meningkatkan standar persembahan saya.

Praktik Penatalayanan atas Harta
Mengelola penggunaan harta:

  • Belajar untuk mencukupkan diri dalam segala keadaan.
  • Belajar untuk tidak mengingini apa yang dimiliki orang lain.
  • Belajar untuk setia dalam hal uang dan harta benda, bahkan dalam perkara-perkara kecil.
  • Belajar untuk mengembalikan segala sesuatu yang diterima secara curang kepada pemiliknya yang berhak.
  • Belajar untuk memberi dengan penuh kasih dan senang hati.

Kepada siapa kita memberi:

  • Anggota keluarga
  • Anggota tubuh Kristus
  • Orang-orang yang melayani
  • Orang-orang (lain) yang berkekurangan

Bagaimana kita memberi:

  • Keteraturan
  • Kebutuhan
  • Kelebihan
  • Pengorbanan

Bertumbuh Melalui Pengambilan Keputusan

5 PRINSIP pengambilan keputusan sesuai kehendak Tuhan:
G o : Datang pada Tuhan
U nderstand : Pahami Firman Tuhan
I nvestigate : Selidiki pilihan yang ada
D iscuss : Minta nasihat orang lain
E xpress : Ungkapkan kebebasan memilih

GO (Datang pada Tuhan)

  • Mengarahkan diri pada kemuliaan Tuhan
  • Menyerahkan diri pada kehendak Tuhan
  • Meminta hikmat dan pimpinan Roh Kudus

UNDERSTAND (Pahami Firman Tuhan)

  • Apa yang diungkapkan Alkitab secara langsung ?
  • Apa yang diungkapkan Alkitab secara tidak langsung?
    Prinsip perilaku kristiani:
    Apakah hal itu berguna  ?
    Apakah hal itu memperhamba  ?
    Apakah hal itu menyandung  ?
    Apakah hal itu Tuhan paling dimuliakan  ?
  • Hati-hati agar tidak menyalahgunakan Alkitab

INVESTIGATE (Selidiki pilihan yang ada)

DISCUSS (Minta nasihat orang lain)

EXPRESS (Ungkapkan kebebasan memilih)

Bertumbuh Melalui Pencobaan

Kebenaran Mengenai Pencobaan
  • Kita berada di daerah berbahaya ketika menyangka bahwa kita tidak dapat jatuh.
  • Pencobaan yang kita alami tidaklah unik, tetapi biasa/lazim/umum.
  • Karena kesetiaan-Nya Tuhan membatasi pencobaan dan memberi jalan keluar dari pencobaan sehingga kita dapat menanggung pencobaan.

Proses Pencobaan

  • Tuhan tidak pernah menjadi sumber dari pencobaan yang jahat; Suatu pencobaan hanya dapat menggoda karena keinginan kita sendiri.
  • Setiap pencobaan adalah tipu muslihat untuk menyeret dan memikat keinginan kita.
  • Keinginan yang terseret dan terpikat jika terus dibuahi akan menghasilkan dosa.
  • Dosa yg. terus bertumbuh makin matang akan menghasilkan maut.

Tahap-tahap proses pencobaan berdasarkan
Yakobus 1:13-15 adalah:

Tahap 1      : KEINGINAN
Tahap 2 : KETERPIKATAN
Tahap 3 : PEMBUAHAN
Tahap 4 : KELAHIRAN DOSA
Tahap 5 : PEMATANGAN DOSA
Akhir : MAUT

Mengatasi Pencobaan

  • A ntisipasi
  • A tasi
    Segera jauhi sumbernya!
    Segera naikkan doa!
    Segera muntahkan!
  • A lihkan
  • A kui

Bertumbuh Melalui Penderitaan

Sumber Penderitaan
  • Dosa diri sendiri
  • Dosa orang lain
  • Peristiwa alam
  • Kuasa gelap
  • Didikan dan Ujian Tuhan

Hasil Penderitaan
Penderitaan membawa kemuliaan Allah dan kebaikan kita dengan cara:

  • Penderitaan mengarahkan perhatian kita kepada Tuhan
  • Penderitaan membentuk keserupaan dengan Kristus
  • Penderitaan menyatakan karya dan kemuliaan Tuhan

Menghadapi Penderitaan

  • Mempercayai Allah secara penuh
  • Menanggapi sumber penderitaan dengan tepat
  • Meneguhkan orang lain dengan cakap

Menularkan Bertumbuh dalam Kristus

MEMAHAMI lebih dalam

MELAKUKAN lebih teratur

MENULARKAN lebih banyak